May 30, 2010
Uncategorized
No Comments
Ketika kita berdoa untuk menjadi orang yang sabar dan kuat, kita diberikan banyak cobaan untuk melatih kesabaran dan kekuatan kita, banyak orang menyadari itu, tapi tiba-tiba menjadi lupa akan doanya sendiri…termasuk saya..
Ketika kita meminta petunjuk-petunjuk untuk meringankan langkah kita, kita tidak cukup peka untuk melihat petunjukNya…termasuk saya..
Ketika kita diberikan banyak pilihan, supaya kita bisa lebih menjadi manusia yang bertanggung jawab, yang kita pilih hanya yang menyamankan kita, bukan yang lebih meningkatkan keimanan kita…termasuk saya..
Ketika kita berjanji untuk mensyukuri apapun yang kita dapatkan, begitu hasilnya menyenangkan kita terlalu lupa untuk bersyukur dan terlalu sedih untuk bersyukur…termasuk saya..
Ketika kita menjadi sangat sombong karena yakin akan keputusan yang kita ambil kita menjadi lupa bahwa ada diriNya yang membantu kita untuk memilih…
April 23, 2010
Uncategorized
No Comments
Pertama kali mendengar berita itu sudah beberapa jam berlalu dari kejadian, dan berita yang diterima kondisi kamu tidak terlalu parah. Saya kaget sekaligus langsung lega. Tapi saya langsung mencari-cari berita diinternet maupun tv, ternyata kejadian itu cukup menggemparkan.
Keesokkan harinya, berita yang diterima begitu menyakitkan, rasanya seperti ditinggal pergi, seperti disakiti dan ditinggalkan, saya tidak bisa berpikir jernih, tidak bisa berpikir positif, setiap saya berpikir hanya hasil memilukan yang keluar dari pikiran-pikiran saya.
Ketika kamu dan rekan kamu harus kehilangan salah satu dari anggota badannya, saya dan banyak orang lain tidak bisa berbuat banyak selain hanya doa.
Kecelakaan yang menimpa kamu dan rekanmu meninggalkan bekas yang cukup dalam buat banyak orang, kami semua disini berdoa untuk kesembuhan, dan sekalipun untuk yang terbaik yang Allah SWT akan pilihkan untukmu. Saya menyerah kepada Allah SWT, saya tidak lagi mampu mencari jalan keluar yang lebih baik untuk kamu, hanya tanganNya yang mampu mengatasi, itu akhir dari doa saya.
Hari ini, Jumat ini, Ia memutuskan untuk mengurangi kesakitanmu, dengan memanggilmu lebih cepat, Ia si Maha Pencemburu, cemburu melihat kamu ditangisi, didoakan, diperhatikan banyak orang, disayang banyak orang, Ia ingin memiliki kamu lagi untuk selamanya.
Kesedihan saya berkurang, mungkin kesedihan yang lain juga, bukan…bukan karena kami senang kamu pergi, bukan kami tidak mau ikut membantu kamu nanti…kami hanya bisa merasakan bahwa kamu memang akan lebih baik jika bersamaNya…Selamat jalan Teeza Ariaputra, kami selalu mendoakanmu…Terima kasih Ya Rabb, kami relakan ia bersamaMu, terima kasih Engkau menyadarkan kami lagi dan menunjukkan kebesaranMu melalui Teeza…
November 11, 2009
Uncategorized
1 Comment
Buat beberapa orang lebih senang memilih dekat dengan keluarga dengan penghasilan yang biasa, buat sebagian yang lain memilih bekerja jauh dari keluarga dengan penghasilan yang cukup luar biasa.
Karena pernah ada seseorang yang saya kenal, ia tidak mau pindah bekerja ke luar negeri untuk mendapatkan penghasilan yang ‘waah’ melebihi yang ia terima selama ini, ketika banyak sekali koleganya yang pindah. Ia memiliki anak-anak yang sudah bisa ditinggal jauh. Tapi pilihannya untuk tetap bertahan, karena ia merasa cukup, merasa besar karena perusahaan itu (walau perusahaan itu tidak bisa memberikan yang terbaik, yang seharusnya), merasa kehilangan waktunya untuk bisa berkumpul bersama keluarga, merasa tidak mau kehilangan untuk terus melihat perkembangan anak dan seluruh sanak saudaranya….
Sehingga beberapa waktu yang lain, rekan-rekan koleganya yang memilih untuk hengkang, membenarkan pilihannya, pilihan untuk tetap tinggal.
Sebuah dilema memang, jika pilihan baik untuk hengkang ada didepan mata, disaat yang lain kita juga berpikir apakah meninggalkan negeri sendiri dimasa sulitnya demi kebahagiaan kita sendiri membuat kita menjadi manusia yang kurang bersyukur?
Tapi mungkin juga bukan sebuah dilema, karena pilihan yang benar adalah selalu merasa cukup dan bersyukur, membuat pilihan berdasarkan hal yang paling tidak enak untuk dipilih berarti kita mampu melawan hawa nafsu.